Tampilkan postingan dengan label Nyanyian hati. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nyanyian hati. Tampilkan semua postingan

Senin, 19 Oktober 2009

Piano kehidupan


Nada-nada mengalun dari piano itu
tuts-tuts hitam dan putih bergantian ikuti partitur
kadang sayup lalu keras, pianissimo hingga fortisimo
lambat,lalu berlari dengan cepat
dari largo hingga presto.....
hatiku bergetar
piano ini mengusik lamunanku yang terbuai legatura lelah
mengusik istirahatku karena memang lelah
dalam tinggi rendah nada kehidupan
Piano itu seolah berbisik padaku
"partitur ini nadanya naik turun,
karena datar bukanlah sebuah lagu"
madah ini tak terhenti
sambung menyambung dalam rentetan peristiwa hidup
piano ini mengusikku
tuk jadikan hidupku symponi pujian bagiMu, Tuhan

Kamis, 08 Oktober 2009


KITA TIDAK MENULIS DI ATAS PASIR

kita tidak sedang menulis kisah ini diatas pasir, kan...
karena waktu yang berlalu begitu indah
karena setiap detik begitu berharga
tapak demi tapak
antara peluh dan harapan
langkah terasa perih terbenam di pasir padang gersang
kulit menjerit dalam sengatan kehidupan
dunia seolah tertawa melihatku dengan harapan yang tak terjelang
tapi kebersamaan menuntunku pada oase
meneguk dalam dahaga
berhenti sejenak di perjalanan yang panjang
kita tidak sedang menulis kisah ini diatas pasir, kan .....?
karena ku tak ingin kisah ini terhapus oleh angin
atau terijak tapak-tapak yang sedang mengembara
kita...tidak sedang menulis di atas pasir.....

Rabu, 07 Oktober 2009

CERMIN
berkali-kali kulihat
kucoba yakinkan diriku
yang di sana
adalah aku

Selasa, 06 Oktober 2009

lentera waktu

DIRIMU


DIRIMU

vee


Tapak demi tapak berlalu

dan kita sudah jauh melangkah

hatiku perih

perih untuk mengerti cinta yang Kau mau

dalam hening

kucoba mengerti tentangmu

Ya, tentangMu

kucoba mengerti bahwa disaat aku dicemooh

Kau minta aku diam saja

Kucoba mengerti bahwa disaat mereka menghina

Aku tak boleh palingkan wajahku

Kenapa Kau diamkan saja

saat wajahku mereka tampar

Bukankah Kau mencintaiku

Kenapa ini yang Kau mau dariku

Harapanku seolah kandas dalam cinta ini

Mengapa Kau berikan mentari yang hangat

Mengapa Kau berikan rembulan serta bintang-bintang

yang tiap malam mengusik tidurku

Dan dalam setiap kerlip bintang itu

Kutemukan esok yang datang dan datang lagi

Kucoba mengerti tentangMu

Tentang cinta yang Kau beri

Tentang pengorbanan hingga berpeluh darah

Kuserahkan cinta ini padaMu

Tuk Kau miliki

Karena aku tak bisa beranjak lebih jauh lagi

Tanpamu